Home
Selamat datang di website The Brigades Youth.
Website ini di bangun dengan tujuan untuk memberi kemudahan berkomunikasi antara setiap anggota kaum muda The Brigades dan juga publik. Memberikan informasi yang lengkap, terkini dan mudah diakses. Di website ini, anda bisa mendapatkan informasi tempat ibadah (Service) dan juga kelompok sel (Life Groups) anak-anak muda Indonesia di kota tercinta kita Sydney Australia.
Di bawah menu 'Directories' ada halaman 'Locations' .
Disini anda dapat melihat alamat dan info tentang kelompok sel kita ('Life Group') dan juga tempat-tempat ibadah setiap minggu-nya ('Service'). Jika ingin melihat dengan keseluruhan, tinggal klik tab 'All Sites'.
Untuk informasi lebih jelas tentang kebaktian anak muda kristen The Brigades di Sydney, jadwal kebaktian dan lokasi kebaktian tiap minggu-nya, buka halaman 'About us' .
Anda juga dapat mengirim pesan-pesan ke tim The Brigades melalui 'Write to us' .
- Ingat! Anda perlu login dulu untuk:
- Mendapatkan fasilitas Alkitab dan pencarian ayat Alkitab
- Melihat roster pelayanan terbaru setiap bulan
- Mendapatkan info anggota dan koordinator The Brigades
- Menggunakan fasilitas "Shout Wall" untuk berkomunikasi dengan instant!
Alo semua, it's that time of the month again! TB youth will be going on outing this Friday, 27 August 2010. Kita akan dinner sama-sama, foto2 dan karaoke!? Ayo ikutan jadi bisa fellowship and get to know each other better! Kontak Ratna & Siska utk keterangan lebih jelasnya ok! Also check this Facebook page for more details: http://www.facebook.com/event.php?eid=154649034551117
Halo semua, The Brigades Team membuka kesempatan untuk kalian semua ikut melayani Tuhan bersama-sama team The Brigades Youth di Epping. Melayani Tuhan adalah suatu anugerah terindah bagi setiap dari kita, untuk menyatakan kasih kita kepada Tuhan Yesus yang telah menebus dosa kita semua.
Kesempatan terbuka untuk tim musik, sound, perlengkapan, ushers, multimedia, singers & worship leaders, and much more! So, don't be shy, I invite you all to approach The Brigades Youth team members and join our ministry team and serve the Lord together with us! You can email us anytime on info@thebrigades.com.au
".. such a fun day today!"
".. definitely enjoy the outing!"
".. was able to met new friends & had so much fun :)"
"what an awesome outing with The Brigades Youth .."
Nats: Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi (Matius MAT:7:12"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. )
Penipu dan pengecut. Awalnya Yakub jelas bukan tokoh Alkitab favorit. Akan tetapi, ternyata ia mengajarkan kita sebuah filosofi hidup yang penting: setiap perbuatan memiliki konsekuensi yang akan kembali pada kita; entah perbuatan baik, atau pun perbuatan buruk. Dalam kalimat yang lain, seperti yang dikatakan Paulus, "Apa yang ditabur, itu juga yang dituai."
Pengalaman hidup Yakub menunjukkan "hukum" tersebut. Pada masa muda, Yakub menipu ayahnya, Ishak, dan kakaknya, Esau. Ternyata kemudian, ketika ia melarikan diri dari rumahnya, ia ditipu pamannya, Laban (Kejadian GEN:29:1-30 [1] Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur. [2] Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar; [3] dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu. [4] Bertanyalah Yakub kepada mereka: "Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami ini dari Haran." [5] Lagi katanya kepada mereka: "Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?" Jawab mereka: "Kami kenal." [6] Selanjutnya katanya kepada mereka: "Selamatkah ia?" Jawab mereka: "Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya." [7] Lalu kata Yakub: "Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi." [8] Tetapi jawab mereka: "Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami." [9] Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. [10] Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu. [11] Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras. [12] Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya. [13] Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban. [14] Kata Laban kepadanya: "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku." Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya. [15] Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu." [16] Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. [17] Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya. [18] Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." [19] Sahut Laban: "Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku." [20] Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel. [21] Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: "Berikanlah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia." [22] Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan. [23] Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakubpun menghampiri dia. [24] Lagipula Laban memberikan Zilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya. [25] Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: "Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?" [26] Jawab Laban: "Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya. [27] Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi." [28] Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya. [29] Lagipula Laban memberikan Bilha, budaknya perempuan, kepada Rahel, anaknya itu, menjadi budaknya. [30] Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia bekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi. ). Dan bahkan disaat usianya telah beranjak tua, ia ditipu pula oleh anak-anaknya (Kejadian GEN:37:31-35 [31] Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya. [32] Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan: "Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?" [33] Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam." [34] Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu. [35] Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: "Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!" Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya. ).
Maka betapa pentingnya kita menjaga sikap dan perilaku kita sendiri. Di kemudian hari, pada masa Perjanjian Baru, Tuhan Yesus berulang kali menekankan pentingnya memulai perbuatan baik dari diri sendiri. Misalnya, jangan menghakimi kalau tidak mau dihakimi dengan takaran yang sama. Salah satu yang paling terkenal tentu ucapan-Nya dalam Doa Bapa Kami: "dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami."
Kerap kali kita frustasi ketika berada dalam situasi yang kurang baik. Acap kali kita pusing berputar-putar mencari solusi atas permasalahan yang menghadang. Tetapi barangkali kita lupa bahwa kunci terpentingnya ada dalam diri kita sendiri. Seperti yang sering dikatakan oleh orang bijak; Jika kita ingin membuat dunia menjadi lebih baik, ubahlah diri kita sendiri sendiri dulu.


